Sensasi makan sayur yang ditanam sendiri sulit dikalahkan. Segar, manis, renyah, sehat, dan terutama rasa bangga berhasil menanam sayur. Masalahnya di lingkungan
Hidroponik bisa jadi solusi. Sistem hidroponik yang didisain
dengan benar bisa dipasang dimanapun sinar matahari pagi tersedia. Dak beton,
garasi, halaman, dll bisa disulap jadi fasilitas produksi sayuran sehat. Sayur
bisa ditanam bertingkat, memanfaatkan ruang yang tersedia semaksimimal mungkin.
Ada banyak
pilihan nutrisi, mulai dari yang kimia sampai organik, bisa disesuaikan untuk
sayuran yang di tanam.
Seperti namanya, Hidroponik mengandalkan aliran air untuk
memberi nutrisi dan terutama oksigen ke akar tanaman. Nutrisi bisa dengan mudah
dilarutkan ke air, tentu saja dengan kadar tertentu. Yang lebih rumit adalah
melarutkan oksigen ke air. Ada
beberapa cara, tapi yang paling banyak dipakai karena efektif, stabil, dan
cukup mudah adalah dengan mengalirkan air.
Sistem hidroponik medium sampai besar bisa mensirkulasikan
air secara efektif dengan pompa akuarium dan bahkan sampai jet pump. Semua jenis
pompa ini butuh listrik PLN. Untuk sistem besar hal ini tidak masalah, karena
mereka sudah siap dengan infrastrukturnya, terutama pengamanan untuk listrik
tegangan tinggi PLN. Untuk pemula atau sistem kecil sebaiknya harus berhati
hati saat menarik kabel PLN. Harus memasang proteksi dengan baik mengingat
sistem hidroponik ditempatkan di outdoor dan bisa jadi ada genangan air. Safety
first.
Kami termasuk yang tidak mau repot menarik kabel PLN dan
memasang berbagai proteksi yang dibutuhkan. Sebagai gantinya kami menggunakan
sistem hidroponik dengan tenaga power bank atau DC 5V. Sistem ini terbukti
aman, stabil, dan cukup produktif untuk hidroponik kecil. Beberapa artikel
berikut akan membahas aplikasi sistem tersebut, mulai dari set up sistem,
penyemaian, perawatan, sampai panen.
Berikutnya kita akan membahas : Konsep dasar Hidroponik


No comments:
Post a Comment